PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
DISUSUN OLEH
CLAUDYA TUPAMAHU
11115533
3KA12
2.1 Agen Pemecah Permasalahan
•Metode
searching adalah metode pemecahan masalah dengan menggunakan aturan yang
dikombinasikan dengan strategi kontrol yang
bekerja dalam ruang masalah dan berpindah dari kondisi awal
(initial state) ke kondisi tujuan
(goal state) dalam sebuah alur
(path).
•Ruang masalah umumnya dibentuk dalam bentuk tree
atau graf untuk memudahkan pemecahan masalah.
Proses pencarian mengeksplorasi semua kemungkinan path
dari
initial state ke goal
state
•Proses
pencarian mengeksplorasi semua kemungkinan path
dari
initial state ke goal
state.
Agen Pemecah Permasalahan
Terbagi menjadi 3 ,antara lain…
i. Goal-Based
Agent
Mempertimbangkan action-action
yang akan datang dan hasil yang ingin dicapai.
ii. Problem
Solving Agent
Menemukan sequence action untuk
mencapai tujuannya.
iii.
Algorithm
are uninformed
Tidak ada informasi untuk
Problem, hanya deskripsi pada masalah tersebut2.2 Pencarian Sebagai Solusi Pemecahan Masalah
Untuk mengukur performansi metode searching digunakan 4 kriteria :
•Completeness
: Apakah metode tersebut menjamin penemuan solusi jika solusinya memang ada ?
•Time
Complexity : berapa lama
waktu yang
dibutuhkan?
•Space
Complexity : berapa banyak memori yang
diperlukan?
•Optimality
: apakah metode tersebut menjamin menemukan solusi yang
terbaik jika terdapat beberapa solusi yang berbeda?
2.3 Metode-Metode Pencarian
•Uninformed
Search : blind, exhaustive atau brute-force search
Pencarian buta/ tanpa informasi yang
dapat membantu proses pencarian; tidak terlalu efisien
•Informed
Search : heuristic atau
intelligent search.
proses pencarian dengan informasi mengenai masalah, umumnya menebak jarak ke goal
state dan efisien. Namun tidak ada jaminan bahwa solusi dapat tercapai.
*Depth First Search
•Pencarian dilakukan pada satu node
dalam setiap
level dari yang
paling kiri. Jika pada
level yang paling dalam, solusi belum ditemukan, maka pencarian dilanjutkan pada node
sebelah kanan.
Node yang kiri dapat dihapus dari memori. Jika pada
level yang paling dalam tidak ditemukan solusi, maka pencarian dilanjutkan pada
level sebelumnya. Demikian seterusnya sampai ditemukan solusi. Jika solusi ditemukan maka tidak diperlukan proses backtracking
(penelusuran balik untuk mendapatkan jalur yang
dinginkan).
•Kelebihan DFS adalah:
•Pemakain memori hanya sedikit, berbeda jauh dengan BFS
yang harus menyimpan semua node
yang pernah dibangkitkan.
•Jika solusi yang
dicari berada pada
level yang dalam dan
paling kiri, maka DFS akan menemukannya secara cepat.
•Kelemahan DFS adalah:
•Jika pohon yang
dibangkitkan mempunyai
level yang dalam (tak terhingga), maka tidak ada jaminan untuk menemukan solusi (Tidak
Complete).
•Jika terdapat lebih dari satu solusi yang
sama tetapi berada pada
level yang berbeda, maka pada DFS tidak ada jaminan untuk menemukan solusi yang
paling baik (Tidak
Optimal)
*Breadth-First Search (BFS)
•Pencarian dilakukan pada semua node
dalam setiap
level secara berurutan dari kiri ke kanan. Jika pada satu
level belum ditemukan solusi, maka pencarian dilanjutkan pada
level berikutnya. Demikian seterusnya sampai ditemukan solusi. Dengan strategi ini, maka dapat dijamin bahwa solusi yang
ditemukan adalah yang
paling baik (Optimal). Tetapi BFS harus menyimpan semua node
yang pernah dibangkitkan. Hal
ini harus dilakukan untuk penelusuran balik jika solusi sudah ditemukan.
*Depth-Limited Search (DLS)
•Metode ini berusaha mengatasi kelemahan DFS
(tidak
complete) dengan membatasi kedalaman maksimum dari suatu jalur solusi.
•Level
maksimum dari suatu solusi harus diketahui terlebih dahulu.
•Jika batasan kedalaman terlalu kecil, DLS
tidak dapat menemukan solusi yang
ada. DLS
menjadi tidak
complete jika batasan kedalaman lebih kecil dibandingkan dengan
level solusinya.
* Uniform Cost Search (UCS)
•Konsepnya hampir sama dengan BFS.
Perbedaannya adalah BFS menggunakan urutan
level dari yang
paling rendah ke
paling tinggi sedangkan UCS menggunakan urutan biaya dari yang
paling kecil sampai yang
terbesar.
•UCS berusaha menemukan solusi dengan
total biaya yang
terendah yang
dihitung berdasarkan biaya dari simpul asal menuju ke simpul tujuan.
•Biaya dari simpul asal ke suatu simpul n dilambangkan dengan
g(n).
* Iterative
Deepening Depth-first search
IDS merupakan metode yang
menggabungkan kelebihan BFS (Complete dan Optimal) dengan kelebihan DFS
(space complexity rendah atau membutuhkan sedikit memori). Tetapi
konsekuensinya yaitu time complexity nya menjadi tinggi.
Disebut juga sebagai sebuah
strategi umum yang biasanya dikombinasikan dengan depth first tree search, yang
akan menemukan berapa depth limit terbaik untuk digunakan. Hal ini dilakukan
dengan secara menambah limit secara bertahap, mulai dari 0,1, 2, dan seterusnya
sampai goal sudah ditemukan.
* Bidirectional
search
Pencarian dilakukan dari dua arah
: pencarian maju (dari start ke goal) dan pencarian mundur (dari goal
ke start). Ketika dua arah pencarian telah membangkitkan simpul yang
sama, maka solusi telah ditemukan, yaitu dengan cara menggabungkan kedua jalur
yang bertemu.
Sumber :
- ocw.upj.ac.id/files/Slide-INF401-KECERDASAN-BUATAN-PERTEMUAN-3.pptx
- https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&ved=0ahUKEwiuzc6omsjWAhUGOY8KHcpQCK8QFghVMA0&url=https%3A%2F%2Faliefteknik.files.wordpress.com%2F2012%2F12%2Fpencarian-dan-strategi-kontrol_pertemuan2.pptx&usg=AFQjCNG8Ju5kuRX_AHSfwwVeqKeZ2WIBDA
- https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&ved=0ahUKEwiuzc6omsjWAhUGOY8KHcpQCK8QFghVMA0&url=https%3A%2F%2Faliefteknik.files.wordpress.com%2F2012%2F12%2Fpencarian-dan-strategi-kontrol_pertemuan2.pptx&usg=AFQjCNG8Ju5kuRX_AHSfwwVeqKeZ2WIBDA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar