Sakron (44), ayah dua anak yang mengaku sudah menjadi supir bajaj sejak 1987 hingga sekarang, mengungkapkan bahwa pemerintah yang baru harus bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Semoga pemerintahan yang baru ini bekerja benar-benar untuk kepentingan rakyat," kata Sakron kepada Antara News, Senin, (27/10). "Karena kok rasanya belum ada presiden yang mikirin rakyat."
Sakron juga berkata, "Semoga benar ada perubahan, karena jika tidak ada perubahan sama saja bohong. Dan Presiden Jokowi harus buktikan janjinya."
Sementara supir angkot yang mengaku bernama Jodi (53) mengatakan, "Semoga bisa mudah cari uang."
"Sekarang kita supir angkot, kayak tukang becak. Dulu dalam sehari, buat makan saja lebih dan bisa sedikit-sedikit nabung. Sekarang pas-pasan," katanya lagi.
Martha Destri (21), salah seorang mahasiswi di perguruan tinggi di Depok berharap masyarakat lebih sejahtera dan pendidikan lebih merata.
"Harapannya kesejahteraan masyarakat merata, tetapi mungkin sulit dan butuh bertahun-tahun. Tetapi semoga berkurang rakyat kecil di Indonesia," kata Martha.
"Selain itu, penddidikan murah. Dan pengen Indonesia bisa dikenal di mata dunia karena pendidikan dan kebudayaannya," katanya lagi.
Sementara Culeti (32), seorang ibu rumah tangga berharap agar kebutuhan pokok dan pendidikan murah.
Saat para menteri pembantu pemerintahan Jokowi-JK diumumkan tak sedikit yang berkicau di twitter mengemukakan harapannya.
Seperti kata @MohammadAzwan14, "New Hope, New Future, and New President."
Selain itu, @aditya_s4hl berkicau, "Good luck for cabinet Jokowi-jk #salam3jari #KabinetKerja.
@sugih_31 berkicau, "Sukses untuk Menteri Perindustrian pak M Saleh Husin, semoga perindustrian indonesia makin maju pak ! #indonesia #KabinetKerja."
Sementara akun twitter Ayah dari Kevin Aprilio, @addiems memberikan ucapan selamat bekerja kepada para menteri baru @ferrymbaldan, @andrinof_a_ch, @aniesbaswedan, dan @Ryamizard_R.
Berikut ini 10 harapan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK di 2016 dilansir dari Koran Sindo :
1. Stabilisasi Harga
Tahun ini, masyarakat dikejutkan dengan kenaikan harga di beberapa sektor. Kenaikan BBM, tarif listrik, bahan pokok bahkan tarif tol pun tak luput ikut naik per 1 November 2015. Masyarakat berharap agar di tahun 2016 tidak ada lagi kenaikan harga. Pemerintah perlu melakukan upaya ekstra menstabilkan harga melalui aneka paket kebijakannya.
2. Pemberantasan Korupsi
Korupsi di Indonesia bak penyakit kronis. Lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, kerugian negara akibat korupsi pada semester pertama 2015 mencapai Rp1,2 triliun. Jargon berantas korupsi sampai ke akar – akarnya dan jangan beri ampun para koruptor, menjadi harapan rakyat kepada pemerintah di tahun 2016.
3. Membuka Lapangan Pekerjaan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama Februari 2014-Februari 2015 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,45 juta orang. Dengan situasi perekonomian yang sedang melemah, diprediksi jumlah pengangguran terus meningkat. Masyarakat berharap agar pemerintah menciptakan langkah konkrit dan jitu mengatasi pengangguran.
4. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Masyarakat menilai masih banyak persoalan yang harus dibenahi di bidang pendidikan. Jam belajar yang dinilai terlalu berat, pemerataan pendidikan, kesejahteraan guru, pembangunan fasilitas serta peningkatan kualitas pengajar hanya beberapa persoalan pendidikan itu. Sebanyak 6% responden berharap agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
5. Penuntasan Kasus HAM
Kasus HAM menjadi isu krusial di Indonesia. Oleh karena itu, tak berlebihan jika harapan penuntasan kasus HAM muncul untuk tahun 2016, salah satu kasus pengungkapan kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir serta kasus Salim Kancil. Masyarakat berharap pemerintah bisa membongkar semua kasus tersebut sekaligus menciptakan upaya preventif agar kejadian serupa tidak berulang.
6. Meningkatkan Upaya Perlindungan Anak
Kasus penganiayaan anak masih menghantui Indonesia. Salah satu kasus yang memprihatinkan adalah pembunuhan dan penganiayaan bocah perempuan, Angeline. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) per April 2015 mencatat, terjadi 6.006 kasus kekerasan anak di Indonesia. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 5.066 kasus. Masyarakat menuntut agar pemerintah lebih pro aktif dalam melindungi hak – hak anak.
7. Penanganan Konflik Horizontal
Dengan dihuni beragam suku, konflik horizontal mudah pecah di Tanah Air. Konflik horizontal terbaru adalah kasus pembakaran masjid di Tolikara, Papua serta konflik di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Oktober 2015. Atas dasar itu, masyarakat pun menyuarakan harapannya agar pemerintah dapat berperan meredam konflik sehingga tidak terjadi perpecahan diantara masing – masing kelompok.
8. Mengurangi Ketergantungan Impor
Menyadari bahwa Indonesia adalah negara agraris kaya sumber daya alam, sebanyak 2% responden berharap agar pemerintah segera melakukan upaya mengurangi ketergantungan pada impor. Sebaliknya, pemerintah diharapkan bisa memaksimalkan hasil industri dalam negeri agar bisa berjaya di negeri sendiri.
9. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur menjadi program andalan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Salah satu pembangunan infrastruktur itu adalah pembangunan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116 km. Selain jalan tol, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga tengah mengagendakan pembangunan jalur kereta api di beberapa wilayah. Masyarakat berharap pembangunan bisa terus dilakukan di tahun 2016
10. Koordinasi yang Baik Antar Lembaga Pemerintah
Keributan yang terjadi antar lembaga pemerintah kerap terjadi. Sebut saja KPK versus Polri yang dikenal dengan istilah cicak vs buaya. Perdebatan antar Menteri-menteri Kabinet Kerja juga kerap diumbar di hadapan publik. Hal ini sangat disayangkan masyarakat. Karena itu, sebagian responden berharap, ke depannya pemerintah bisa mewujudkan tim yang solid untuk kepentingan bangsa dan negara.
Tahun ini, masyarakat dikejutkan dengan kenaikan harga di beberapa sektor. Kenaikan BBM, tarif listrik, bahan pokok bahkan tarif tol pun tak luput ikut naik per 1 November 2015. Masyarakat berharap agar di tahun 2016 tidak ada lagi kenaikan harga. Pemerintah perlu melakukan upaya ekstra menstabilkan harga melalui aneka paket kebijakannya.
2. Pemberantasan Korupsi
Korupsi di Indonesia bak penyakit kronis. Lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, kerugian negara akibat korupsi pada semester pertama 2015 mencapai Rp1,2 triliun. Jargon berantas korupsi sampai ke akar – akarnya dan jangan beri ampun para koruptor, menjadi harapan rakyat kepada pemerintah di tahun 2016.
3. Membuka Lapangan Pekerjaan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama Februari 2014-Februari 2015 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,45 juta orang. Dengan situasi perekonomian yang sedang melemah, diprediksi jumlah pengangguran terus meningkat. Masyarakat berharap agar pemerintah menciptakan langkah konkrit dan jitu mengatasi pengangguran.
4. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Masyarakat menilai masih banyak persoalan yang harus dibenahi di bidang pendidikan. Jam belajar yang dinilai terlalu berat, pemerataan pendidikan, kesejahteraan guru, pembangunan fasilitas serta peningkatan kualitas pengajar hanya beberapa persoalan pendidikan itu. Sebanyak 6% responden berharap agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
5. Penuntasan Kasus HAM
Kasus HAM menjadi isu krusial di Indonesia. Oleh karena itu, tak berlebihan jika harapan penuntasan kasus HAM muncul untuk tahun 2016, salah satu kasus pengungkapan kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir serta kasus Salim Kancil. Masyarakat berharap pemerintah bisa membongkar semua kasus tersebut sekaligus menciptakan upaya preventif agar kejadian serupa tidak berulang.
6. Meningkatkan Upaya Perlindungan Anak
Kasus penganiayaan anak masih menghantui Indonesia. Salah satu kasus yang memprihatinkan adalah pembunuhan dan penganiayaan bocah perempuan, Angeline. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) per April 2015 mencatat, terjadi 6.006 kasus kekerasan anak di Indonesia. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 5.066 kasus. Masyarakat menuntut agar pemerintah lebih pro aktif dalam melindungi hak – hak anak.
7. Penanganan Konflik Horizontal
Dengan dihuni beragam suku, konflik horizontal mudah pecah di Tanah Air. Konflik horizontal terbaru adalah kasus pembakaran masjid di Tolikara, Papua serta konflik di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Oktober 2015. Atas dasar itu, masyarakat pun menyuarakan harapannya agar pemerintah dapat berperan meredam konflik sehingga tidak terjadi perpecahan diantara masing – masing kelompok.
8. Mengurangi Ketergantungan Impor
Menyadari bahwa Indonesia adalah negara agraris kaya sumber daya alam, sebanyak 2% responden berharap agar pemerintah segera melakukan upaya mengurangi ketergantungan pada impor. Sebaliknya, pemerintah diharapkan bisa memaksimalkan hasil industri dalam negeri agar bisa berjaya di negeri sendiri.
9. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur menjadi program andalan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Salah satu pembangunan infrastruktur itu adalah pembangunan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116 km. Selain jalan tol, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga tengah mengagendakan pembangunan jalur kereta api di beberapa wilayah. Masyarakat berharap pembangunan bisa terus dilakukan di tahun 2016
10. Koordinasi yang Baik Antar Lembaga Pemerintah
Keributan yang terjadi antar lembaga pemerintah kerap terjadi. Sebut saja KPK versus Polri yang dikenal dengan istilah cicak vs buaya. Perdebatan antar Menteri-menteri Kabinet Kerja juga kerap diumbar di hadapan publik. Hal ini sangat disayangkan masyarakat. Karena itu, sebagian responden berharap, ke depannya pemerintah bisa mewujudkan tim yang solid untuk kepentingan bangsa dan negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar